MENGELOLA WAKTU DAN MENYUSUN PRIORITAS
Manajemen
waktu adalah sebuah aktifitas yantuk memanfaatkan waktu yang tersedia dan
potensi-potensi
yang tertanam dalam diri kita untuk mencapai tujuan-tujuan penting dalam kehidupan kita. Untuk itu kita jangan membuang waktu, karena seluruh masa depan kita hidup di dalamnya. Setiap hari baru memberi kesempatan baru, namun apakah kesempatan itu kita gunakan untuk mencapai peningkatan atau tidak mencapai apa-apa, tergantung cara kita memperlakukan waktu berharga itu.
Mitos
Tentang Manajemen Waktu
Sebenarnya tidak ada cara untuk mengelola waktu. Kita sama-sama mendapatkan 24 jam seharinya, dan waktu terus berjalan, tidak peduli bagaimana kita memilih untuk menghabiskannya atau apakah kita menyelesaikannya dengan membaginya menjadi tujuh hari per minggunya. Namun meski berpikir kita tidak dapat benar-benar mengelola waktu, kita dapat memanam diri kita sendiri, lingkungan kita, tanggung jawab kita, pilihan-pilihan kita dan kesempatan kita. Waktu secara sederhana merupakan konteks dimana kita bertindak. Itu bukan sesuatu dimana kita dapat tarik atau kompres atau benar-benar kita kelola. Mitos Mengelola Waktu mendapat semacam popularitasnya di sekolah bisnis dan sebagainya karena hal itu dibangun atas pengagungan terhadap hal-hal yang dianggap baik secara universal, seperti halnya : produktivitas dan efisiensi. Siapa sih yang dalam kehidupan pribadi atau kehidupan usahanya, yang tidak ingin untuk berpikir tentang sesuatu yang produktif atau efisien?. Sebaiknya berhenti bicara tentang manajemen waktu dan mulai mempromosikan tentang Manajemen Diri Sendiri. Kita meningkatkan rasa kepuasan dan kenikmatan dalam hidup ketika kita menaruh yang utama di tempat pertama. Kita perlu mulai menginvestasikan waktu, energi, dan sumber daya menurut prioritas (hal-hal yang benar-benar berarti bagi kita). Bukan Perbaikan yang Cepat Tidak ada solusi sederhana atau settingan tips atau satu ukuran yang cocok untuk semua rencana yang akan menyelesaikan semua isu dalam organisasi untuk setiap individu. Orang-orang mengubah kebiasaan mereka untuk dua alasan : mereka telah mencapai "titik rasa sakit" akibat kronisnya gaya hidup tak beraturan yang mereka jalani, atau mereka terinspirasi oleh apa yang mungkin bisa terjadi dalam kehidupan mereka jika mereka menjadi orang yang lebih terorganisir Dimulai Dengan Prioritas Sejumlah orang percaya bahwa manajemen waktu adalah menetapkan tujuan-tujuan dan agenda, memecah tugas-tugas menjadi bagian yang bisa dikelola, dan menjaga banyak daftar pekerjaan. Mereka yang mampu mengatur waktu mereka dengan cara yang berharga dimulai dengan membuat ruang bagi prioritas mereka. Sekali mereka mampu mengidentifikasi hal-hal yang benar-benar berharga bagi mereka, mereka dapat mulai mengorganisasi seputar prioritas pribadi mereka. Tidak ada yang lebih berkuasa dan menjadi motivator yang tahan lama dibanding mengidentifikasi dan menyambut prioritas.
Jenis Waktu
Waktu
dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu :
Pengenalan tentang waktu dapat memberikan
Pemahaman tentang waktu dan selanjutnya diharapkan dapat
menjadi pengendali waktu bukan sebaliknya. Apa sesungguhnya waktu ? Waktu adalah interval antara awal dan akhir, dan manajemen waktu adalah upaya mengatur waktu atau menggunakan waktu dengan baik agar semua pekerjaan terselesaikan sesuai yang diharapkan.
Karakteristik waktu secara umum adalah:
Setelah kita memahami karakteristik waktu,
ada baiknya mencoba menganalisa dan melihat faktor-faktor yang jadi
penyebab tersitanya waktu.
Faktor-faktor yang Menyebabkan
Tersitanya Waktu
Hidup seharusnya
sebuah rencana besar yang kita lakukan untuk diri sendiri, tapi sayangnya
seringkali lupa
membuat suatu target di dalam kehidupan. Target yang dimaksud disini target tentang hal lain di luar umur, jodoh dan kematian, misal menetapkan target karir untuk masa tua, membeli rumah, mobil dlsb. Dengan adanya target maka hidup jadi terarah dan waktupun dapat diatur sebaik-baiknya.
Kebiasaan menunda pekerjaan seringkali menyebabkan kehabisan
waktu dan tenaga saat akan mengerjakannya,
sehingga bila dipaksakan melaksanakannya maka hasilnya bukanlah yang terbaik karena dilakukan dengan sisa-sisa waktu dan tenaga.
Asyik mengobrol
melalui telpon ataupun secara langsung kerap membuat tak sadar telah
menghabiskan waktu yang
seharusnya dapat digunakan untuk kegiatan lebih bermanfaat. Sosialisasi memang perlu, tapi hindarilah bergosip karena dampaknya luar biasa.
Keinginan itu memang sesuatu yang wajar, tapi kita harus tetap memperhatikan
waktu. Ukuran kesempurnaan buat
tiap orang berbeda, jika keinginan itu membuat kita mendapatkan julukan “Mr Late” karena selalu menyelesaikan tugas terlambat , apakah kita suka? Jika keinginan mengerjakan sesuatu dengan sempurna adalah kebiasaan dan sifat kita sementara kita punya batas waktu mengerjakannya, maka buatlah perencanaan cermat sebelum melakukan pekerjaan tersebut. Perencanaan dan target akan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dibandingkan yang tanpa perencanaan.
Sifat kurang percaya pada orang lain dan ingin semua pekerjaan
selesai dengan sempurna seringkali membuat
tersitanya waktu yang kita miliki. Perlu kiranya diingat bahwa pekerjaan yang dilakukan orang lain mungkin tidak sebaik jika dilakukan sendiri, akan tetapi jika pekerjaan tersebut tidak yang utama kenapa tidak didelegasikan saja pada orang lain dengan tetap diawasi. Hal itu dapat lebih meringankan pekerjaan, waktu yang ada dapat di gunakan melakukan pekerjaan lain yang lebih berkualitas disamping dapat meningkatkan rasa percaya diri, kebahagiaan dan rasa hormat dari orang yang kita kasih tugas.
Ajakan teman atau saudara untuk jalan-jalan ataupun sekedar
shopping seringkali membuat sulit untuk mengatakan
“tidak" dengan berbagai sebab.Tapi pernahkah kita menghitung waktu yang digunakan untuk ngobrol atau shoppig? Penulis yakin waktu yang diperlukan untuk itu lebih dari dua jam, coba bayangkan jika waktu tersebut dipergunakan mengerjakan pekerjaan di rumah, berapa banyak pekerjaan yang dapat kita lakukan?
Banyaknya acara-acara menarik di televisi memancing timbulnya
kebiasaan baru keasyikan menonton TV menyita waktu
dan membuat enggan melakukan pekerjaan apapun.
Monoton itu mebosankan
itu membuat enggan melakukan pekerjaan akibatnya sulit diperoleh hasil kerja
yang baik. Karena
itu cobalah menata ulang ruang kerja atau rumah menimal satu tahun sekali untuk memberikan suasana baru.
Rajin membaca itu memeng perlu dan dapat menambah wawasan kita,
akan tetapi apabila kita membaca bacaan yang
tidak ada hubungan dengan pekerjaan waktu jam kerja, akibatnya banyak waktu terbuang percuma. Bacalah bacaan tersebut menjelang tidur atau di waktu luang di luar jam kerja.
Kedatangan tamu yang tidak berhubungan dengan tugas dan
pekerjaan seperti sahabat, saudara dan sebagainya seringkali
membuat waktu kerja kita banyak tersita.
Konflik yang terjadi
antar teman atau lingkungan membuat merasa tidak nyaman berada di ruangan,
ini membuat kita pergi
ke ruangan lain hanya untuk menghindar. Pada waktu menghindar pekerjaan yang sedang kita kerjakan terbengkalai dan lagi-lagi kita kehilangan waktu.
Kiat Manajemen Waktu
Bagi siapapun, melakukan manajemen waktu
secara bijak amat penting. Bila Anda melewatkan janji penting dan tenggat
waktu,
tak ayal ini bakal mengganggu alur karir dan kehidupan sosial Anda. Buntutnya, timbul rasa bersalah, frustrasi, dan perasaan buruk lain. Berikut tips manajemen waktu yang tepat dari George Mason University. 1. Lakukan survai waktu pribadi.
Untuk mulai mengatur waktu, Anda harus tahu
pasti bagaimana Anda menggunakan waktu. Survai waktu akan membantu Anda
memperkirakan berapa banyak waktu yang telah Anda habiskan dalam aktivitas tertentu. Untuk memperoleh perkiraan akurat, Anda dapat melihat waktu yang telah dihabiskan selama satu minggu. 2. Perhatikan jadwal harian.
Ada beragam jadwal waktu yang sesuai dengan
kepribadian Anda. Begitu Anda memutuskan satu gaya tertentu, langkah berikut
adalah membentuknya. Yang paling baik sisakan sedikit waktu untuk istirahat pada tiap jam, sedangkan setengah jam lainnya disiapkan untuk jadwal yang benar-benar padat. 3. Jangan menjadi perfeksionis.
Berusahalah agar menjadi orang sempurna
yang siap menghadapi kekalahan. Tidak ada orang yang sempurna. Anda butuh
tujuan
yang dapat dicapai dengan kemampuan yang ada. Tugas-tugas sulit biasanya berakhir dengan penolakan dan penundaan. 4. Belajarlah berkata tidak.
Misalnya, teman dekat Anda mengajak
jalan-jalan. Sebenarnya, Anda tidak tertarik. Tapi, Anda tidak sampai hati
mengecewakan
orang. Berkata tidak dengan sopan selayaknya menjadi kebiasaan.
5. Belajar menentukan prioritas.
Sangat penting melakukan prioritas pada
tanggung jawab dan kesepakatan yang telah dicapai. Orang-orang yang tidak
tahu
bagaimana melakukan prioritas bakal menjadi orang yang gemar menunda-nunda pekerjaan. 6. Gabungkan sejumlah aktivitas.
Bila memungkinkan, gabungkan sejumlah
aktivitas dalam satu waktu. Ketika dalam perjalanan, baca catatan-catatan
penting.
Banyak cara untuk memadukan aktivitas, tapi yang penting adalah berusaha agar selalu kreatif.
7. Adaptasi diri.
Setelah penjadwalan sukses dilakukan, maka
tinggal Anda berusaha keras untuk menyesuaikan diri. Namun, yang paling
penting
adalah bagaimana agar upaya ini dapat berhasil untuk Anda. Jadwal waktu yang tidak jujur dan jadwal kegiatan pribadi bukan jadwal waktu yang tepat. Manajemen Waktu Bagi Orang Sukses
Berikut adalah tips manajemen waktu orang-orang sukses:
Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup
Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya inginkan?','Apa yang harus saya
lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang
realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda. Karena orang-orang yang sukses dan
bahagia adalah orang-orang yang mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.
Lakukan perencanaan
Luangkan waktu untuk membuat perencanaan hidup. Tetapkan rencana apa saja yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan dan cita-cita hidup . Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana untuk menyusun
proposal, mengadakan presentasi, menemui klien, memulai bisnis baru, dll.
Tetapkan skala prioritas
Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus dicapai dalam waktu dekat. Misalnya,
apa yang harus diraih dalam minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya
minggu depan harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan sudah menjalankan proyek penting,
tahun depan sudah bisa menikmati hasil kerja Anda, dsb.
Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar tidak mungkin mengerjakan semuanya.
Rencana yang terlalu banyak hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya
Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat menyelesaikannya.
Luangkan waktu
Walau kita sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera kita kerjakan, jangan lupa luangkan waktu
untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi pribadi kita. Misalnya tidur/beristirahat, melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga, belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu
menyita waktu sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih penting.
(Disarikan dari berbagai sumber)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar